Disbudpar Bangkalan Temukan Sumur Kuno dan Bunker Jepang di Ujung Piring
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan kembali melakukan langkah nyata dalam menjaga kelestarian sejarah lokal. Pada Kamis Tanggal 29 Januari 2026, tim Disbudpar melakukan pendataan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di kawasan pesisir Desa Ujung Piring, Bangkalan.
Hasilnya cukup mengejutkan, tim menemukan dua struktur penting yang menjadi bukti sejarah lintas zaman: sebuah sumur kuno yang masih kokoh dan sebuah bunker pertahanan era pendudukan Jepang.
Jejak Sejarah di Pesisir Ujung Piring
Kegiatan pendataan ini dipimpin langsung oleh Bidang Kebudayaan guna mengidentifikasi potensi sejarah yang selama ini mungkin tersembunyi atau belum terdaftar secara resmi.
Sumur Kuno: Memiliki struktur batu bata yang unik dan berbeda dari konstruksi modern. Sumur ini diduga kuat menjadi sumber mata air vital bagi masyarakat lokal atau pemukiman di masa lampau sebelum era kolonial.
Bunker Jepang: Terletak strategis menghadap ke laut, bunker beton ini merupakan bagian dari sistem pertahanan pantai militer Jepang pada masa Perang Dunia II. Kondisinya masih cukup terawat meskipun sebagian tertutup vegetasi.
Langkah Strategis Pelestarian
Pihak Disbudpar menjelaskan bahwa pendataan ini merupakan tahap awal dari proses panjang pelindungan cagar budaya. Lokasi Ujung Piring memang dikenal memiliki nilai historis yang tinggi karena posisinya sebagai gerbang maritim di Selat Madura.
"Temuan ini sangat berharga bagi identitas sejarah Bangkalan. Kami akan melakukan kajian lebih dalam bersama tim ahli cagar budaya untuk menentukan langkah konservasi selanjutnya, agar situs-situs ini tidak hilang ditelan zaman," ujar tim Disbudpar di lokasi.
Dengan adanya temuan ini, diharapkan masyarakat setempat juga ikut proaktif dalam menjaga kebersihan dan keutuhan situs agar tidak terjadi aksi vandalisme atau perusakan lahan di sekitar ODCB tersebut.

