Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meninjau secara langsung Museum Cakraningrat Bangkalan, Senin (22/12/2024). Kunjungan tersebut dilakukan usai peresmian Museum Budaya Madura di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan ziarah ke makam Pahlawan Nasional asal Bangkalan, KH. Syaikhona Moh. Kholil.
Didampingi Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Fadli Zon berkeliling melihat berbagai koleksi sejarah dan budaya yang dipamerkan di Museum Kabupaten Bangkalan.
Dalam kunjungan itu, Fadli tampak mengenakan tongkos, penutup kepala khas Bangkalan, sembari menyimak penjelasan terkait koleksi museum.
Fadli Zon menilai koleksi yang dimiliki Museum Cakraningrat Bangkalan sudah cukup lengkap dan mampu merepresentasikan sejarah serta budaya Bangkalan. Menurutnya, berbagai peninggalan yang dipamerkan memiliki nilai historis yang kuat.
Meski demikian, ia mendorong adanya pembenahan dalam pengemasan museum agar lebih menarik, khususnya bagi generasi muda. Menurut Fadli, aspek tata letak, pencahayaan, serta penyajian narasi yang edukatif perlu diperkuat agar setiap koleksi mampu “bercerita” kepada pengunjung.
“Kalau koleksinya sudah cukup lengkap dan beragam. Yang perlu sedikit pembenahan adalah bagaimana museum ini dikemas agar menarik minat generasi muda, mulai dari penataan ruang, pencahayaan, hingga narasi yang edukatif,” ujarnya.
Selain penataan ruang, Fadli juga menekankan pentingnya menghadirkan kegiatan kolaboratif yang kreatif dan relevan dengan minat anak muda. Ia menyebut museum dapat menjadi ruang hidup melalui kerja sama dengan komunitas, pelaku seni, dan sektor kreatif.
Fadli Zon juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia profesional dalam pengelolaan museum, seperti kurator, ahli cagar budaya, konservator, dan edukator museum. Menurutnya, keberadaan SDM tersebut sangat penting untuk memberikan penjelasan yang komprehensif kepada pengunjung.
Dalam kesempatan yang sama, Fadli menyampaikan bahwa pemerintah pusat tengah mempercepat proses registrasi dan penetapan cagar budaya di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan tim cagar budaya daerah serta pelaksanaan workshop bagi para ahli.
